Wisata Sehat Ala Melaka, Malaysia

By Socrates – Melaka Malaysia  kini tidak hanya dikenal sebagai kota bersejarah, tapi juga se-bagai tempat berobat. Nama Mahkota Medical Centre (MMC) dikenal luas di berbagai kota di Indonesia. Ribuan warga berbagai kota di Indonesia, terutama Riau, Kepulauan Riau, Sumbar dan Kepri datang berobat ke sana. Apa sih, istimewanya rumah sakit di Melaka?

Mengapa jauh-jauh berobat ke Melaka? Dari tiga rumah sakit yang ada di Melaka seperti rumah sakit Pantai, Putra dan Mahkota Medical Centre, yang terakhir ini peminatnya cukup tinggi. ‘’Dari total rata-rata, 13.000 orang pasien, sebanyak 3.500 orang pasien kami dari Indonesia. Terbanyak dari Pekanbaru, Batam dan Padang,” kata Marketing Director MMC Vincent Wan, kepada Batam Pos di Melaka.

Rumah Sakit Mahkota atau dikenal dengan MMC mulai beroperasi sejak September 1994. Namun, sejak sepuluh tahun lalu, rumah sakit ini banyak me-nerima pasien dari Indonesia. Rumah sakit ini terdiri dari bangunan kembar 11 tingkat dan memiliki 630 tempat tidur, dilengkapi dengan 49 klinik, 9 Intesive Care Unit (ICU) dan 12 kamar operasi.

Selain memiliki peralatan lengkap dan canggih, MMC yang bercita-cita menjadi Hospital yang Terunggul di Malaysia menyediakan puluhan dokter spe-sialis dari berbagai disiplin. Mulai dari ahli Kardiologi, Dermatologi dan Venereologi, Radioterapi dan Onkologi (kanker) Pembedahan Neuro, Torasik dan Kardiovaskular, Ortopedik dan Trauma, Patologi hingga bedah Plastik dan Kosmetik.

Rumah sakit ini juga memiliki peralatan diagnostic dan terapi canggih seperti Mammografi untuk mendeteksi kanker payudara, Endoskopi, Fluoroskopi, Lithotriptor untuk memecah batu karang, peralatan penyakit jantung, Akselerator Linier untuk penyakit kanker, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Pusat Pembuatan Bayi Tabung atau penyuburan secara vitro (IVF).

Rumah Sakit Mahkota menjadi buah bibir bagi warga Indonesia yang ingin sehat. Selain gencar berpromosi dan membuka kantor perwakilan di berbagai kota di Indonesia, kemampuan dokter dan pelayanan yang diberikan beredar dari mulut ke mulut. Maka, tidak heran, ‘’bilik-bilik” hotel dan ‘’rumah tumpangan” sekitar MMC selalu penuh. Dalam jarak 300 meter di samping MMC, juga ada Hospital Hotel atau Hostel yang menyediakan ratusan kamar untuk pasien dan keluarganya.

‘’Kalau musim libur seperti sekarang, pesawat dari Medan dan Pekanbaru atau ferry dari Batam lewat Stulang Laut selalu penuh. Lihat saja, yang sakit satu yang datang berobat satu keluarga,” kata Bakri Bin Yahya, Marketing Officer MMC khusus Indonesia. Seperti seorang guru SMA di Tanjungpinang yang da-tang berobat ke MMC. Ia sudah dua kali datang ke Melaka membawa ibunya untuk operasi jantung dan ginjal. Sekalian memeriksa kesehatan anak-anak saya. Tanggung sudah jauh-jauh ke sini. Biar mahal, tapi kita puas berobat ke Melaka,” kata wanita itu.

Tidak hanya pelayanan di rumah sakit, pihak MMC juga bersedia menjemput pasien ke bandara atau ke pelabuhan secara gratis. Dari Batam, naik ferry ke Stulang Laut lalu naik taksi ke terminal Larkin Johor Bahru dan naik bus ke terminal Central Malaka selama 2,5 jam.

Bagi Anda yang berobat ke Malaka dan menggunakan transportasi bus, jangan lupa menyetel jam dengan waktu Malaysia. Sebab, bus-bus antar kota berangkat tepat pada waktunya. Supir-supir bus tersebut, juga memberikan informasi yang dibutuhkan kepada warga Indonesia yang mau berobat ke Melaka.

Saking seringnya berhubungan dengan pasien Indonesia, Bakri dan supir MMC Ahmad terlihat akrab dengan warga Indonesia yang berobat ke MMC. ‘’Saya harus berbahasa Indonesia. Kalau tidak bisa salah paham. Misalnya, gimat bahasa Malaysia artinya hemat, tapi orang Indonesia yang mendengarnya bisa dikira jimat,” kata Ahmad yang kakek moyangnya berasal dari Jawa itu, tertawa.

Selain letaknya yang strategis, faktor bahasa Melayu yang bisa dimengerti warga Indonesia, juga makanan Malaysia cukup pas di lidah orang Indonesia. Makanan yang digemari adalah nasi Brani dan martabak yang dijual oleh orang India di sekitar rumah sakit.

Dokter-dokter yang praktek di Mahkota Medical Centre, adalah putra-putri Malaysia yang dikirim belajar ilmu kedokteran di berbagai negara di luar negeri, lalu pulang dengan berbagai keahlian. ‘’Di Mahkota, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, ada dokter ahlinya,” kata Bakri, berpromosi.

Bakri yang sering berkunjung ke kota-kota di Indonesia terutama ke Jakarta, Pekanbaru dan Batam ini, juga dikenal luas di kalangan pejabat dan tokoh masyarakat di Indonesia. Sebab, Bakri lah yang sering berhubungan dengan pe-jabat seperti Bupati, Wali Kota hingga ke Gubernur. ‘’Pokoknya, kalau saya datang senanglah,” kata lelaki bertubuh gempal ini.

Rumah Sakit MMC memang serius menggarap pasar Indonesia. Selain mempresentasikan kecanggihan peralatan dan kemampuan mereka mengatasi penyakit-penyakit seperti kanker dan pembuatan bayi tabung, MMC memiliki em-pat kantor perwakilan di Indonesia dan kerjasama dengan dua rumah sakit. Yakni, perwakilan Pekan-baru di Jalan Gatot Subroto, di Jakarta Harco Mas Mangga Dua, di Padang di Jalan M Yamin dan di Jambi di Jalan Soekarno Hatta.

‘’Dulu kami punya kantor perwakilan di Tanjungbalai Karimun, tapi sudah tutup. Dalam waktu dekat, kami akan membuka kantor perwakilan di 20 kota di Indonesia, termasuk di Batam,” ujar Vincent Wan. Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam sejak lama juga sudah menjalin kerjasama dengan MMC. Begitu pula Rumah Sakit Asia Medika, Jambi.

Dibandingkan biaya pengobatan di Singapura, Mahkota Medical Centre menawarkan harga lebih murah, dengan kualitas setara. Namun, minat warga dari berbagai kota di Indonesia berobat ke Melaka, makin bertambah. Selain faktor bahasa dan makanan, berada di Melaka seperti berada di negara sendiri. 

Pasien  Bos Sebenar-benarnya

Hangat, bersahabat dan komunikatif merupakan ciri khas hu-bungan dok-ter dan pasien di MMC. Selain mengirimkan putra-putri terbaiknya sekolah ke-dokteran ke berbagai negara maju, sejak beberapa tahun lalu Malaysia sudah membuka diri untuk praktek dokter asing.  Semua dokter di Malaysia, tergabung dalam Malaysia Medical Council yang membuat berbagai kebijakan dalam dunia medis dan kebijakan tersebut dijalankan oleh Malaysia Medical Association, yakni organisasi profesi para dokter seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

‘’Malaysia Medical Council sangat ketat dan tegas dalam menjalankan ke-bijakannya. Dokter yang melakukan tindakan mal praktek, jika terbukti segera ditindak berdasarkan pengaduan dari pasien,” papar Vincent Wan. Makin banyak komplain dari pasien, maka makin buruklah reputasi dokter tersebut. Termasuk keinginan orang tua yang ikut program bayi tabung yang cenderung memilih anak berjenis kelamin laki-laki, mendapat sorotan tajam dari organisasi kedokteran di negara jiran tersebut.

Kendati begitu, Vincent Wan yang sudah sebelas tahun bergabung de-ngan MMC mengakui, masih ada satu dua pasien yang mengeluh terhadap pela-yanan dokter di Malaysia.  ‘’Dalam sebakul apel, tentu ada juga apel yang bu-suk,” kata Vincent mengibaratkan. Tapi, ya itu tadi. Ketegasan organisasi kedokteran menindak oknum dokter nakal tersebut, membuat pasien tidak segan-segan melaporkan dokter tersebut.

Di Mahkota Medical Centre, umumnya layanan dokter memuaskan. Tidak ada kesan terburu-buru dan pelit informasi tentang penyakit yang diderita pasien. Keterusterangan dokter, tidak membuat pasien takut dan ragu-ragu, termasuk soal biaya yang dibutuhkan jika diperlukan tindakan operasi. ‘’Obat ini hanya ber-fungsi untuk mengurangi rasa sakit. Kalau tidak sembuh, jalan satu-satunya adalah operasi dan biayanya sekian, kata dokter memberi alternatif, termasuk efek sampingan obat yang diberikan jika diberikan dalam dosis tinggi.

Ketika ditanya, kenapa tulisan dokter seperti resep selalu jelek? Dokter Si-vanesan MBBS M Med Orto hanya tertawa. ‘’Tidak semua tulisan dokter jelek. Malah, resep saya diketik dan diprint sehingga gampang dibaca pasien,” kata dokter bedah tulang itu. Selain dokter, perawat, staf rumah sakit hingga supir, memiliki dedikasi yang tinggi memberikan pelayanan terhadap pasien. Secara berkala, mereka di-beri pelatihan tentang costumer service. ‘’Pertanyaan kami adalah, who is the bos? Bos kami yang sebenarnya adalah pasien, bukan pemilik rumah sakit. Jika pasien puas, gaji dan bonus kami bagus,” ujar Vincent Wan.

Manajemen yang solid, pelayanan secara menyeluruh dan meng-anggap pasien sebagai bos, patut ditiru oleh manejemen rumah sakit di Indonesia. Tentu harus ditunjang dengan kecanggihan teknologi dan sumber daya manusia yang profesional.  MMC juga menjalin kerjasama dengan Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indo-nesia (PSMTI) Batam. Setiap anggota PSMTI mendapat harga khusus kalau berobat ke sana.

Yang berobat ke MMC tidak hanya orang sakit dan memerlukan pera-watan serius, tapi juga orang-orang sehat yang mengecek kondisi kesehatannya di Health Screening Centre. Pemeriksaan kesehatan ini, dibagi dalam tiga paket yang bisa dipilih sesuai kemampuan keuangan pasien.

Paket pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan antara lain, oaket basis berupa pemeriksaan fisik dan tes darah, tes urine, elektro-kardiografi, x-ray dada, tes paru-paru serta tes pendengaran dan mata. Setelah ha-sil tes diperoleh, pasien berkonsultasi dengan dokter klinik pemeriksaan kese-hatan. Jika ada kejanggalan dari hasil tes tersebut, dokter akan merujuk ke dokter spesialis.

 Ada juga paket khusus lelaki yang dilengkapi dengan treadmill untuk men-deteksi fungsi jantung serta paket pemeriksaan wanita yang dilengkapi dengan pemeriksaan mulut rahim secara pap smer, ultrasound abdomen dan pemeriksaan payudara. Saat beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Malaysia dihajar krisis ekonomi pada tahun 1999 pemerintah kerajaan Melaka mengembangkan konsep wisata sehat. Program wisata sehat adalah menggabungkan pengo-batan dan pemeriksaan kesehatan dengan pelesiran ke berbagai obyek wisata sejarah di Melaka.

Apalagi, Melaka memang dikenal sebagai kota bersejarah, pusat perda-gangan dunia sehingga banyak peninggalan Belanda, Portugis dan Cina dan ke-besaran kerajaan Melayu tempo dulu. Setelah memeriksa kesehatannya, wisata-wan diajak pelesiran menikmati obyek wisata yang memiliki nilai historis yang tinggi.  Belakangan, juga dikembangkan wisata belanja dengan kehadiran Mela-ka International Trade Centre.

Selain wisata sehat dengan mengandalkan tiga rumah sakit berkualitas seperti Mahkota Medical Centre, Rumah Sakit Pantai dan The Southern Hospital Group, pemerintah kerajaan Melaka juga mengampanyekan Melawat Melaka Bersejarah berarti Melawat Malaysia. Artinya, pelancong tidak perlu keliling Ma-laysia, cukup ke Melaka saja.

Setelah berobat, pelancong yang dating menyempatkan diri mengunjungi berbagai obyek wisata di Melaka yang terletak di semenanjung Malaysia, ber-batasan dengan Johor dan Negeri Sembilan.  Kita bias berkunjung ke Porta De Santiago — lebih dikenal sebagai A Famosa . bisa menjadi tempat pertama untuk memulai perjalanan di ‘Bandaraya Bersejarah’ Melaka. Bangunan ini mulanya adalah pintu gerbang sekaligus benteng pertahanan milik Portugis, dibangun tahun 1511.

Kota Melaka sendiri kini berkembang pesat yang terdiri dari kota lama yang dipenuhi bangunan bersejarah dan kota baru yang umumnya berbentuk ruko. Pelancong bisa menikmati Melaka dengan menumpang becak hias. Tak jauh dari A Famosa ada bangunan khas Melayu, yaitu Istana Ke-sultanan Melaka. Kini istana ini dijadikan Museum Budaya Melaka. Selain itu, masih ada beberapa museum yang penuh dengan peninggalan sejarah. Ada mu-seum rakyat, museum kecantikan, dan museum layang-layang, museum mari-tim yang berbentuk replika kapal Portugis Flor De La Mar.

Masih banyak obyek wisata menarik lainnya. Misalnya ke Kam-pung Por-tugis atau China Town dan Makam Hang Tuah,  tokoh a-tau pahlawan yang menjadi legenda masyarakat Melayu yang terletak di dalam kawasan tanah perkuburan kampung Tanjung Keling, Melaka. Di kompleks makam ini juga dibangun prasasti yang bertuliskan Tak Melayu Hilang Di Dunia. Masih ada obyek wisata yang berkaitan dengan Hang Tuah, yakni Perigi Hang Tuah. Perigi atau sumur ini terletak di Kampung Duyung. Begitulah. Melaka berhasil menggabungkan pelayanan kesehatan sekaligus menjual obyek wisata sejarahnya kepada negara tetangganya. ***

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *